YAHUKIMO - Suasana khidmat menyelimuti Pos Komando Taktis (Kotis) Dekai di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Senin (4/5/2026). Di tengah hamparan alam yang memukau namun penuh tantangan, Wakil Panglima Komando Operasi (Wapangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., hadir langsung meninjau kesiapsiagaan prajuritnya.
Kunjungan mendadak ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk memastikan setiap personel siap tempur dan siaga penuh dalam mengemban amanah menjaga kedaulatan serta ketertiban di wilayah yang notabene strategis ini. Saya dapat merasakan aura kerja keras dan dedikasi dari para prajurit yang bertugas di garis depan.
Dalam agenda peninjauannya, Brigjen TNI Riyanto tidak sendiri. Ia didampingi oleh jajaran penting, termasuk Asisten Administrasi Logistik (Asminlog), Komandan Sektor Timur, serta Dandim 1715/Yahukimo. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi dalam sebuah operasi militer.
Setibanya di lokasi, pandangan Brigjen TNI Riyanto langsung tertuju pada kesiapan para prajurit Satgas Koops TNI Habema yang berasal dari Yonif 5 Marinir. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek personel, materiil, hingga moril. Ini adalah fondasi krusial agar setiap tugas dapat dilaksanakan dengan optimal dan tanpa kompromi.
“Setiap unsur di lapangan harus siap sedia menjalankan tugas secara maksimal. Kesiapsiagaan ini adalah cerminan profesionalisme kita, ” ujar Brigjen TNI Riyanto, menekankan pentingnya kesiapan yang paripurna. Ia melihat langsung bagaimana para prajurit menjawab tantangan tugas dengan semangat juang yang tinggi.
Dalam arahan singkatnya, Brigjen TNI Riyanto menyoroti beberapa pilar utama yang harus selalu tertanam dalam diri setiap prajurit.
“Kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, disiplin adalah nafas prajurit, dan soliditas antar personel adalah kekuatan kita, ” tegasnya. Pernyataan ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai luhur yang harus dijaga.
Lebih dari sekadar kesiapan taktis, Wapangkoops juga mengingatkan pentingnya sentuhan kemanusiaan dalam setiap interaksi.
“Tetaplah humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Jaga hubungan baik, hadirkan diri sebagai pelindung dan pengayom, serta bantu kesulitan warga di manapun kalian bertugas, ” pesannya, mengingatkan bahwa tugas pengamanan juga berarti membangun kedekatan emosional dengan masyarakat setempat.
Ini adalah gambaran nyata bagaimana TNI tidak hanya fokus pada kekuatan militer, tetapi juga pada pembangunan hubungan harmonis dengan masyarakat, sebuah pendekatan yang saya yakini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi stabilitas dan kesejahteraan di Papua Pegunungan.
(PERS)

Updates.