Marinir Paparkan Nilai Budaya Papua Lewat Dukungan Kerajinan Noken

    Marinir Paparkan Nilai Budaya Papua Lewat Dukungan Kerajinan Noken
    Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 5 Marinir melaksanakan komunikasi sosial dengan mendukung pelaku usaha kerajinan lokal di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (6/5/2026).

    YAHUKIMO - Di tengah tugas menjaga perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Mobile Yonif 5 Marinir tak hanya fokus pada keamanan. Mereka memilih merangkul masyarakat Papua melalui pendekatan humanis, salah satunya dengan mendatangi dan membeli kerajinan tangan lokal di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Rabu (6/5/2026). Ini adalah momen yang menyentuh, menunjukkan bahwa kehadiran prajurit bukan sekadar membawa senjata, tapi juga hati yang peduli.

    Di sebuah lapak sederhana di Jalan Paradiso, para prajurit disambut hangat oleh warga yang menjajakan berbagai hasil bumi dan karya seni khas Papua. Mata mereka tertuju pada keindahan noken, tas rajut tradisional yang sarat makna, serta aneka anyaman unik lainnya. Ini bukan sekadar barang dagangan, tapi cerminan kekayaan budaya yang diwariskan turun-temurun.

    Tak hanya terpesona, para prajurit dengan sigap merogoh kocek untuk membeli sejumlah kerajinan tersebut. Tindakan kecil ini memberikan dampak besar bagi para pelaku usaha lokal. Gogoya, salah seorang penjual berbagi kebahagiaannya, merasakan kehadiran prajurit Marinir membawa angin segar dan semangat baru bagi usahanya yang kecil.

    “Kami merasa diperhatikan. Dengan adanya bapak-bapak Marinir yang membeli hasil kerajinan kami, tentu sangat membantu dan membuat kami lebih semangat, ” ujarnya, senyumnya merekah penuh syukur.

    Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, pembelian noken dan kerajinan lainnya merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai filosofis dan identitas budaya masyarakat Papua. Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

    “Kami ingin kehadiran prajurit tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga memberi manfaat sosial dan budaya bagi masyarakat, ” jelasnya.

    Beliau juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam setiap tugas yang diemban, mengutamakan prosedur operasional.

    “Setiap prajurit harus selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengedepankan prosedur operasional dalam pelaksanaan tugas, ” tegasnya.

    Aktivitas ini membuktikan betapa pendekatan teritorial yang humanis mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Dukungan terhadap produk lokal tak hanya membantu ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal, tetapi juga turut melestarikan kekayaan budaya Papua. Di tengah dinamika penugasan di perbatasan, para prajurit Marinir hadir sebagai penjaga kedaulatan sekaligus sahabat masyarakat, merawat budaya dan harapan dari tanah Papua.

    (PERS)

    marinir papua budaya noken dukungan lokal humanis papua satgas pamtas ekonomi kreatif beritapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Marinir di Papua, Bangun Kedekatan Humanis...

    Artikel Berikutnya

    Marinir di Papua, Hadirkan Rasa Aman dan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Marinir Jemput Bola Kesehatan di Pedalaman Yahukimo
    Insiden Ledakan di Luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Intan Jaya
    Jelang Sertijab, Danlanud Sultan Hasanuddin Pimpin Apel Luar Biasa
    Marinir di Papua: Sentuhan Humanis Borong Hasil Kebun Warga Yahukimo
    Buka Bazar UMKM, Pangdam III/Siliwangi:  Ini Wujud Kepedulian Kodam kepada Prajurit, ASN, dan Masyarakat

    Ikuti Kami