YAHUKIMO - Di tengah hamparan hijau Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, kehadiran Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir tak sekadar menjaga garis batas negara, namun juga menyemai kebahagiaan. Momen penuh kehangatan tercipta ketika para prajurit Marinir berinteraksi langsung dengan anak-anak di sekitar aliran Sungai Kampung Logpon pada Rabu (13/5/2026), membagikan senyum dan makanan ringan yang begitu berarti.
Sorak-sorai ceria anak-anak menyambut kedatangan para tentara berseragam biru laut itu. Tawa riang pecah menghiasi suasana tepi sungai, merajut ikatan persaudaraan antara personel Satgas dan warga setempat. Ini adalah potret nyata bagaimana sebuah interaksi sederhana dapat menyentuh hati.
Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi wujud nyata upaya Satgas Yonif 5 Marinir dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Papua. Melalui pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan, para prajurit berupaya menghadirkan rasa aman, nyaman, sekaligus mempererat tali persaudaraan di tanah penugasan.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 5 Marinir, Letkol Marinir T. Pristiyanto, S.E., M.Tr.Opsla., menekankan pentingnya peran prajurit tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat bagi masyarakat. Ia berharap kehadiran Satgas dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
"Kami ingin kehadiran Satgas memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap dapat mempererat hubungan dengan warga dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak di daerah penugasan, " ujar Letkol Marinir T. Pristiyanto.
Di balik kehangatan interaksi tersebut, Letkol Marinir T. Pristiyanto mengingatkan seluruh prajurit akan pentingnya kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam setiap tugas.
"Saya tekankan kepada setiap prajurit agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengutamakan prosedur operasional dalam setiap pelaksanaan tugas, " tegasnya.
Warga Kampung Logpon menyambut antusias kegiatan yang digagas oleh Satgas Yonif 5 Marinir. Kehadiran mereka di tengah masyarakat dianggap membawa semangat baru dan menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap warga di daerah pedalaman Papua. Momen ini membuktikan bahwa pendekatan humanis mampu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, melampaui sekadar menjaga keamanan wilayah.
(PERS)
